Iklan

IMG-20250908-180154

Nenek di Pasaman Alami Penganiayaan Brutal, Polisi Selidiki Pelaku

PaHamlah.com
Senin, 05 Januari 2026, Januari 05, 2026 WIB Last Updated 2026-01-05T22:17:22Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Sumatra Barat, (PAHAMLAH.COM)-Seorang nenek berusia 68 tahun bernama Saudah menjadi korban penganiayaan brutal oleh orang tak dikenal di Nagari Padang Mantinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Peristiwa tersebut terjadi di pinggir aliran sungai pada Kamis (1/1) sekitar pukul 20.00 WIB dan kini tengah diselidiki pihak kepolisian.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius. Wajah Saudah tampak lebam, kedua matanya membiru, dan tubuhnya masih merasakan nyeri. Saat ditemui di rumah sakit pada Senin (5/1), Saudah mengaku masih merasakan sakit di sekujur badan.

“Badan terasa sakit-sakit,” ujarnya singkat.
Saudah menjelaskan, malam itu ia mendatangi lokasi sungai bukan untuk melarang aktivitas, melainkan hanya meminta agar pekerjaan dihentikan sementara.

“Iya di lokasi saya, bukan dilarang. Minta berhenti bekerja siang saja. Dihentikan kerja, magrib diambil juga,” kata Saudah.

Namun sebelum menyampaikan maksudnya, korban mengaku langsung diserang. Ia dilempari batu, dipukuli, lalu dibuang ke semak-semak.

“Belum sempat dilarang, saya senter, datang batu ke saya. Dilempari batu, banyak orang melempar. Dibawa saya ke sungai, dipukul. Dibuang ke semak-semak,” tuturnya.
Kasus ini telah dilaporkan keluarga korban dan kini ditangani Polres Pasaman.

 Satreskrim Polres Pasaman yang dipimpin AKP Fion Joni Hayes telah menjenguk korban di rumah sakit serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami sudah melihat kondisi korban di rumah sakit. Kami juga sudah cek TKP bersama Bapak Kapolres,” kata Fion.

Di tengah masyarakat beredar dugaan bahwa pelaku merupakan penambang ilegal. Namun, polisi belum dapat memastikan hal tersebut. Dari hasil pengecekan di lokasi, tidak ditemukan alat berat maupun peralatan penambangan.

“Kami sampai di TKP tidak menemukan alat berat atau peralatan tambang. Dari keterangan anak korban, orang-orang itu hanya mengambil material,” jelasnya.

Fion menambahkan, berdasarkan keterangan sementara, kejadian bermula saat korban menyenter lokasi sungai. Setelah itu korban dilempari batu hingga pingsan.

“Setelah disenter, melayang batu. Korban tidak sadar, lalu diangkat dan dibawa ke ladang cokelat,” ujarnya.

Polisi memastikan penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap pelaku penganiayaan tersebut.

“Kami masih mencari tersangka. Di lokasi hanya ditemukan tumpukan material batu. Tidak ada alat berat, sehingga kami belum bisa menyimpulkan aktivitas tambang,” pungkas Fion.


Editor : M.amin
Komentar

Tampilkan

Terkini

Tag Terpopuler