masukkan script iklan disini
Begitulah di Bumi Lancang Kuning Tanah Melayu Riau. Lahirlah putra Sedinginan diberinama Ahmadsyah dari sang ayah. Ahmadsyah remaja masygul, melihat hutan ulayat seborang dicerebohi orang jahat. Berkeliling minta sumbangan Isra Mikraj; bakul hanya berisi ratusan ribu dari perusahaan di kampungnya.
Demikian dituturkan sahabat Ahmadsyah kepada media ini Kamis (25/12).
Bang Ahmadsyah terus berjuang tak peduli resiko masuk bui, beliau sudah biasa susah menderita bahkan dicabut kuku sewaktu bertugas di TNI, " ulas Dr Elviriadi sahabat asal Meranti.
Dr Elviriadi menambahkan, kiprah Ahmadsyah menginspirasi dan memantik optimis anak negeri.
"Beliau mematahkan asumsi bahwa orang melayu itu malas. Apalagi untuk berjuang bela nasib rakyat Riau. Ahmadsyah sampai hari ini terus berbuat untuk mengembalika n hutan seborang sedinginan, hutan yang dulu menghidupi masyarakat adat. Hutan yang menghasilkan ikan limbat, rotan damar, manggis, jengkol dan kesejukan.
Kini dia bersama Aliansi Aktivis Peduli Kawasan Hutan (A2PKH) Rohil, bersama Anirzam, Hendra Ucok, Anggi, Edi Chandra, Rafi SH, dan Adiknya yang setia mendampingi Syafriadi, SP. Untuk mengembalikan hutan adat sekaligus hutan lindung Sebanga I dikelola berbasis kearifan lokal.
Ahmadsyah, demi membiayai gerakan bela nasib negeri, menanam Durian Musang King dan kelapa hibrid, memelihara ikan nila mujair.
Tak sedikitpun ragu di hati Ahmadsyah menyumbangkan jerih payahnya itu untuk menjalankan agenda sosial keumatan.Menyumbang material masjid dan pesantren secara rutin agar apa yang dimiliki bermanfaat di akhirat. Semoga sukses selalu Bang.
Editor : M. Amin


