Iklan

IMG-20250908-180154

Prabowo Izinkan WNA Pimpin BUMN, Janji Pangkas Jumlah Perusahaan Jadi 200

PaHamlah.com
Rabu, 15 Oktober 2025, Oktober 15, 2025 WIB Last Updated 2025-10-16T02:57:03Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
JAKARTA, PAHAMLAH.COM– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa warga negara asing (WNA) kini dapat memimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal ini merupakan bagian dari langkah reformasi besar untuk meningkatkan standar pengelolaan BUMN agar sesuai dengan praktik bisnis internasional.

“Saya sudah mengubah regulasinya. Sekarang ekspatriat, non-Indonesia bisa memimpin BUMN kita. Jadi, saya sangat bersemangat,” ujar Prabowo dalam dialog bersama Chairman Forbes Media, Steve Forbes, di forum Forbes Global CEO Conference 2025 yang digelar di St. Regis, Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Prabowo menjelaskan, langkah tersebut diambil untuk membuka peluang bagi talenta terbaik dari berbagai negara agar bisa berkontribusi dalam pengelolaan perusahaan milik negara. Ia juga menugaskan Danantara—entitas pengelola BUMN—untuk menerapkan standar bisnis internasional dalam operasionalnya.

“Dan saya sampaikan kepada manajemen Danantara untuk menjalankannya dengan standar bisnis internasional. Kalian bisa mencari otak-otak terbaik, talenta-talenta terbaik,” kata Prabowo.

Selain membuka kesempatan bagi WNA, Prabowo juga menyampaikan rencana besar untuk merampingkan jumlah BUMN yang dinilai terlalu banyak. Saat ini terdapat sekitar 1.000 perusahaan BUMN, dan ia menargetkan jumlah tersebut dikurangi secara signifikan.

“Saya sudah memberikan arahan kepada ketua Danantara untuk merasionalisasi semuanya, mengurangi dari 1.000 BUMN mungkin menjadi angka yang lebih rasional, mungkin 200 atau 230, 240, lalu menjalankannya dengan standar internasional,” jelasnya.

Prabowo optimistis langkah efisiensi tersebut akan meningkatkan profitabilitas dan memberikan imbal hasil yang lebih besar bagi negara.

“Jadi, saya yakin imbal hasil 1 persen atau 2 persen bisa meningkat, harus meningkat,” imbuhnya.



Sumber: Kompas.com

Komentar

Tampilkan

Terkini

Tag Terpopuler